Site icon Lintang Pustaka Utama

Sejarah Tenun Gamplong Sumberrayu Moyudan Sleman

Judul          : Sejarah Tenun Gamplong Sumberrahayu Moyudan Sleman
Penulis        : Sutopo Sugihartono, Giyono, Waludin
ISBN           : dalam Proses
Tahun Terbit   : 2025
Ukuran Buku    : 17,5 x 25 cm
Jumlah Halaman : vi, 116 hal
Jenis Cover    : Soft Cover
Penerbit       : Lintang Pustaka Utama bekerjasama dengan Kalurahan Sumberrahayu, Moyudan, Sleman

Diskripsi
Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Gamplong di Padukuhan Gamplong, Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman telah ditetapkan sebagai cagar budaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh pemerintah melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY.
Tidak berlebihan karena alat tradisional ini telah dikenal dan digunakan masyarakat Padukuhan Gamplong sejak tahun 1960 an, dan hingga kini diteruskan generasi berikutnya sebagai ahli waris anak, cucu, kerabat dan merupakan industri rumah tangga penopang kehidupan sehari-hari.
Tentu saja produk yang dihasilkan pun ada perbedaan, baik kualitas maupun bentuk atau jenisnya. Kalau pada awalnya, perajin tenun Gamplong hanya membikin serbet, handuk, setagen dan kain lurik, kini di tangan generasi muda sebagai penerus juga pelestari banyak inovasi produk. Pada awalnya bahan baku berupa benang (lawe), tetapi kini berbagai macam seperti enceng gondok, mendong, agel, akar wangi, lidi dengan hasil produk lebih bervariasi. Di antaranya adalah tas, taplak meja, plismet serta aneka suvenir anyaman ATBM yang lebih menarik. Pangsa pasarnya pun berubah, kalau sebelumnya pasar lokal dalam negeri, kini produknya kualitas ekspor ke mancanegara. Di tangan generasi muda inilah pelestarian Teknologi tradisional Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Gamplong terus menggeliat, sesuai kemajuan zaman atau ‘nut jaman kelakone’ dari tradisi menjadi industri.

Exit mobile version