Judul : Menjelajah Kampung-Kampung Lama di Danau Ranu
Penulis : Sondang M. Siregar
No. ISBN : 978-623-7514-62-6
Tahun Terbit : 2022
Ukuran Buku : 14,8x15 cm
Jumlah Halaman : 126
Jenis Cover : Soft Cover
Dimensi(LxP) : 14,8 x 21 cm
Deskripsi:
Kampung ranao belajar etika bumi. Tulisan ini sangat menginspiratif secara lugas penulis mengungkap khasanah kelampauan kampung ranao. keberadaan kampung tidaklah sesederhana namanya. Tapi merupakan keniscayaan tempat belajar keadaban karena simpul simpul kearipan ada disitu, mulai adaptasi hunian, sistem sosial, relegi dan kekerabatan, yang semuanya mendasar pada hubungan harmoni dengan alamnya “respect for nature.”Kalau saya pinjam teorinya Aldo Leopold, 1991, “etika bumi “masyarakat kampung lebih madani ber etika dalam beradaptasi denga alam lingkungannya. Hal ini bisa dicemati di kampung rano
Dr. I Made Geria, M. Si, peneliti utama, Pusat Arkeologi Lingkungan, Maritim dan Budaya Berkelanjutan, Badan Riset dan Inovasi Nasional
“Menjelajah Kampung-Kampung Lama di Kawasan Danau Ranau” merupakan karya yang sangat menarik dan layak mendapat penghargaan. Buku ini enak dibaca, ceritanya mengena dan mengalir. Setiap perpindahan paragraf terjadi keterkaitan yang erat dan saling melengkapi. Wawasan lingkungan yang dibuat oleh penulis nampak jelas dari halaman ke halaman berikutnya, suatu karya yang dapat memperkaya khazanah ilmu pembaca umum, terkhusus bagi para arkeolog. Buku ini membuat pembaca punya kesan tentang penghayatan yang melekat pada diri penulis tentang topik yang sedang dia tulis
Prof. Dr. Nurhayati Damiri, M.Si, Kepala Program Studi S3 Ilmu Lingkungan, Universitas Sriwijaya
Tradisi lisan masyarakat menyebutkan bahwa kawasan di sekitar Danau Ranau merupakan titik awal dari perkembangan peradaban. Dari kawasan inilah peradaban tinggi menyebar ke seluruh Sumatera bagian selatan. Kajian arkeologis mengenai kampung-kampung lama di Kawasan Danau Ranau memberikan bukti bahwa ritual pemujaan kepada arwah leluhur dan juga aktivitas religi Hindu pernah berlangsung pada masa lalu. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat juga berhasil melakukan adaptasi dengan lingkungan alam setempat. Melalui buku ini dapat dijumpai uraian rinci jejak-jejak kehidupan masyarakat pada masa itu. Meskipun mungkin belum sepenuhnya dikatakan lengkap karena keterbatasan data, namun penyusunan ini merupakan upaya besar dalam memberikan uraian tentang aktivitas kehidupan masyarakat di sekitar Danau Ranau pada masa lampau. Apa yang terurai di dalam buku ini dapat dijadikan rujukan awal dalam kajian-kajian selanjutnya.
Drs. Nanang Saptono, MIL. peneliti utama, Pusat Riset Arkeologi Lingkungan Maritim dan Budaya Berkelanjutan, Badan Inovasi Nasional
