Mempersiapkan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus – TUNA GRAHITA RINGAN YANG BERMARTABAT DAN MANDIRI

Dra. Kris Dwiati, M. A

Permasalahan peserta didik berkebutuhan khusus tuna grahita antara lain pengembangan diri memang bukan masalah yang ringan karena memerlukan upaya keterlibatan banyak pihak untuk mengangkat ketunaannya itu lebih-lebih di masyarakat kita yang rata-rata memahami dengan tuna grahita ini. Dianggapnya tuna ini tidak sama dengan tuna-tuna yang lain, sehingga bukan suatu yang ironis kalau kita melihat nasib penyandang tuna grahita yang diperlakukan sebagai orang abnormal, anak cacat atau anak yang terganggu jiwanya.

Sedangkan di pihak lain ada yang beranggapan bahwa anak itu terlahir di dunia merupakan amanat dari Tuhan sehingga harus kita didik, dibimbing dan dilatih dengan penuh kasih sayang, walaupun bagaimana keadaan anak itu kita harus menerima yang tidak diubah dan memperbaiki yang masih bisa diperbaiki.

Sekarang peserta didik yang mengalami tuna grahita tidak hanya mempunyai hak untuk hidup tetapi juga perlu dididik, dibimbing, dilatih melalui lembaga pendidikan khusus sehingga dapat hidup wajar sebagai manusia yang mempunyai rasa tanggung jawab, disiplin, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, dapat bekerja dalam berbagai jenis pekerjaan sederhana dan hidup berkeluarga dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × four =