Kembara Seni I Wayan Dibia: Sebuah Autobiografi

 I Wayan Dibia

Berkesenian Dengan Hati. Di zaman yang serba materialistis seperti sekarang, semakin banyak orang berkesenian tanpa kesungguhan hati atau nekeng twas. Hingar bingar aktivitas seni pada umumnya merupakan kegiatan seni budaya yang lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal, apapun bentuknya, daripada dorongan internal, seperti: keinginan sendiri, dorongan kata hati, karena kecintaan terhadap seni, dan sebagainya. Berkesenian yang tidak nekeng twas hanya akan memberikan kepuasan fisikal yang dangkal dan bersifat sesaat, ketimbang kepuasan spiritual yang kekal. Lebih dari itu, berkesenian dengan hati akan mendorong seorang pelaku seni untuk benar-benar fokus dalam melahirkan sajian seni metaksu yang memancarkan daya pukau dan energi prima. Hal ini kiranya senada dengan pendapat Alma Hawkins yang menyatakan bahwa kreativitas merupakan proses pencarian ke dalam diri yang penuh tumpukan kenangan, pikiran, dan sensasi, hingga ke sifat yang paling mendasar bagi kehidupan. Ungkapan ini kiranya dapat menjadi peringatan bagi setiap pelaku, baik kreator seni, pelatih dan pelajar seni agar senantiasa melakukan kegiatan seni dengan melibatkan rasa dalam (hati). Berkesenian dengan hati akan melibatkan kecerdasan serta kepekaan rasa, kejujuran hati, ketulusan budi, sikap toleransi, dan rasa kebersamaan. Oleh sebab itu berkesenian dengan hati adalah praktik yang perlu ditanamkan kembali kepada setiap insan muda. Hal ini menjadi penting jika ingin kegiatan kesenian mampu memberikan kenikmatan lahir serta batin, dan apabila ingin berkesenian benar-benar menjadi aktivitas budaya yang mampu memberikan bukan saja kepuasan estetis melainkan untuk membangun kesadaran serta kecintaan budaya bagi setiap anak bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 5 =