Teori Linguitik: Fonologi

Penulis: Dr. D.B. Putut Setiyadi, M.Hum

Buku Teori Linguitik: Fonologi merupakan buku Seri Teori Linguistik Bagian Pertama yang membahas seluk-beluk linguistic dan fonem. Seperti kita ketahui bersama bahwa hierarki satuan bahasa meliputi fonem, morfem, kata, frasa, klausa, kalimat, wacana. Fonem merupakan satuan terkecil dalam hierarki bahasa. Sebelum membahas tentang fonem, buku ini didahului pembahasan tentang pengertiaan linguistik, objeck linguistik, pembidangan linguistik, sejarah linguistik, serta manfaat mempelajari linguistik. Fonologi adalah bidang linguistik yang mengamati, mempelajari, menganalisis, membicarakan suatu bunyi-bunyi bahasa tertentu menurut fungsinya untuk membedakan makna leksikal dalam bahasa. Fonologi dibedakan atas fonetik dan fonemik. Fonetik maupun fonemik mempelajari bunyi bahasa dari sudut tuturan. Jadi, yang dipelajari lebih mengarah ke bahasa lisan.

Filsafat Seni: Suatu Tinjauan dari Perspektif Nilai Jawa

Penulis: Dr. Sunaryadi, S.S.T., M.Sn

Pemaknaan seni selalu berubah dan seni tidak mengenal pemaknaan yang baku karena proses pemaknaannya selalu melewati suatu proses penafsiran bergantung pada kondisi sosio psikologis sipemberi makna. Proses pemaknaan dalam epistemologi seni bukanlah upaya mengapresiasi maksud kreator seni dalam sebuah karya seni, tetapi upaya pemaknaan atau apresiasi penikmat seni atas sebuah karya seni.
Filsafat seni merupakan moral valuesyang mengarahkan manusia untuk berolah rasa, berolah kalbu guna meningkatkan sensibilitas, hingga mampu berkelakuan baik melalui pemahaman terhadap nilai kebaikan dan keutamaan. Ketika karya seni difungsikan sebagai proses pematangan diri, maka pendidikan moral yang terselip di dalam seni itu, mengarah kepada pendidikan kehidupan manusia seutuhnya.
Buku ini merupakan buku yang menjelaskan pentingnya mempelajari filsafat seni sebagai landasan memahami nilai-nilai, makna, dari sebuah karya seni melalui telaah eksistensi seni ditinjau dari sudut pandang filsafat.

10 Perintah untuk Suami dan 10 Perintah untuk Istri

Penulis: P. Mateus Selan

Menenun dan merajut indahnya sebuah adegan hidup, menuntut suatu peniadaan diri. Pada pillihan apa pun dalam hidup, di sana selalu menuntut peniadaan diri. Dengan peniadaan diri yang ‘sempurna’, seseorang lalu hanya bisa menjadi ada karena hadirnya yang lain. Artinya, dirinya akan menjadi tidak ada apa-apanya kalau yang lain tidak menjadi hadir dalam hidupnya.
Hal yang demikian ini pun menjadi mutlak dalam pilihan hidup berkeluarga. Hendaknya suami dan istri masing-masing meniadakan dirinya, agar satu sama lain bisa menjadi hadir dan hadirnya menjadi berarti bagi satu sama lain. Artinya tanpa hadir pasangannya, dia menjadi tidak berarti. Pater Mateus  Selan, dalam  buku kecil yang sedang anda baca ini sedikit mau membantu anda dalam usaha untuk meniadakan diri. Buku ini merupakan sebuah perasan refleksi dan  sebuah pengejaan pengalaman praktis yang bagi siapa saja sangat enak dibaca dan selanjutnya menjadi dian untuk menerangi diri dan keluarga. Kiranya isi bernas dari buku ini membuat anda semakin bertenaga dalam menghadapi berbagai macam sulit dalam hidup berkeluarga.  Peniadaan diri melenyapkan segala goda, muslihat dan egoisme serta pada saat yang sama menyanggupkan untuk menghadapi tantangan dalam hidup berkeluarga.

Seputar Persoalan Kepemimpinan

Penulis: Drs. Z. Bambang Darmadi, MM

Ukuran buku : 12 x 19 cm

Di dalam lembaga – organisasi atau perusahaan apapun, peran pemimpin-kepemimpinan sangatlah penting dan menentukan. Maju tidaknya sebuah organisasi-perusahaan tergantung bukan hanya pada sistem, tetapi juga pemimpin yang mampu mengendalikan organisasi-perusahaan itu. Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan di mana para pemimpin sungguh-sungguh mempercayai para bawahan mereka. Pemimpin yang baik bukan hanya memberi tugas, akan tetapi juga memberikan kuasanya agar tugas-tugas itu bisa dikerjakan dengan baik. Lalu apa yang mesti dilakukan oleh para pemimpin? Jawaban atas pertanyaan ini bisa Anda dapatkan setelah membaca buku ini secara tuntas. Yang jelas para pemimpin harus menetapkan strategi, memberikan motivasi, menciptakan sebuat visi, dan membangun budaya yang bersih, transfaran, mampu mengembangkan dan mampu bekerjasama secara tim yang kuat dari orang-orang yang ada di dalamnya.